Yogyakarta atau Jogjakarta memanglah tempat yang istimewa. Mungkin beberapa orang sudah ada yang tidak percaya dengan kata istimewa itu, tetapi itu tidak membuat pendapat saya berubah tentang Jogja. Ya, tanggal 13 Agustus sampai 15 Agustus kemarin saya melakukan perjalanan singkat menuju jogja untuk sekadar membalaskan dendam rindu pada tempat ini. Tidak banyak tempat yang saya kunjungi karena memang waktu yang saya punya tak begitu banyak.

Perjalanan saya dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB menggunakan kereta api Logawa. Menunggu adalah kegiatan yang paling saya benci tapi untuk menunggu di dalam kereta adalah salah satu menunggu yang cukup saya nikmati. Pemandangan yang bisa luar biasa sederhana tapi memiliki makna adalah kesukaan saya. Melihat sawah dan rumah-rumah warga desa membuat saya berpikir betapa bahagianya mereka dengan kesederhanaan yang mereka miliki. Terkadang saya juga ingin sekali-dua bermalam disalah satu rumah warga untuk ikut menikmati suasana hangat yang ada di lingkaran hidupnya sehari-hari. Bukan berarti saya sudah bosan hidup di kota, tetapi tidak ada salahnya kita memiliki pengalaman hidup lebih beragam.

Perihal perjalanan akan saya ceritakan dalam artikel yang lain saja. Terkhusus untuk artikel ini saja, Saya ingin sedikit memamerkan skill-skill fotografi saya dan juga teman-teman saya selama diperjalanan dan saat berada di Jogja. Tapi ini hanya sebagian saja, sisanya masih ada di kamera teman saya dan masih belum saya transfer ke drive milik saya.

 

 

 

Tiga foto pertama diatas adalah saya yang mengambil potret dari teman-teman saya. Menunggu dalam gerbong kereta yang menembus jarak 314 kilometer jauhnya. Dan foto keempat adalah saya yang sedang menunggu datangnya keajaiban di trotoar Malioboro.

 

 

Tepat hari Selasa, 14 Agustus, Kami berempat pergi menuju ke daerah Bantul. Teman saya ingin ke bukit Dlingo katanya, saya pun menyetujui sudah jauh hari rencana itu. Dan sampailah saya disini. Dengan skill fotografi seadanya dan bermodalkan kamera handphone, potret diatas adalah hasilnya. Dibumbui sedikit ke-alay-an saya, mantap betul koleksi foto saya pribadi.

Perjalanan saya memang sangat singkat, terlalu singkat untuk tempat seperti Jogja. Ada yang bilang bahwa Jogja berkurang istimewanya, tapi menurut saya, Jogja masih istimewa. Setiap langkah dan hela nafas yang saya miliki dalam perjalanan ini tak pernah sia-sia, Jogja masih istimewa dengan makna yang ada dibaliknya.

Salam.

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *