Sebotol Bir & Kematian

Seperti biasa, Katno adalah orang paling mabuk sedunia. Ia tidak pernah bisa menenggak lebih dari 5 gelas bir. Tapi menurutnya, ia masih saja kuat dan gagah setelah gelas ke enam lalu berjalan tiga langkah ke depan dan ambruk. Tertidur. Tapi malam ini adalah malam untuk pertama kalinya ia datang lagi ke Barsita, pemiliknya bernama Sita, tempat paling indah para pemabuk dunia malam. Beda dengan pemabuk dunia pagi, mereka biasanya hanya

Pada Sebuah Titik Temu

Pada sebuah titik temu, Aku kembali satu. Di sorong oleh desir lautan dan bisikan angin menuju arah yang belum tahu kemana. Aku hanya bisa menunggu dan melihat ruang dengan riuh penuh. Lalu, berangjak pergi masuk ke dalam palung yang dipenuhi raungan rindu. Nyiur-nyiur kelapa sedang menari kala itu, di bawahnya Aku sedang jatuh hati. Bukan dijatuhi oleh dagingku sendiri. Tawa dan canda yang hadir dari setiap pesonamu membuat aku masih

Yogyakarta: ada makna dibalik nama.

Yogyakarta atau Jogjakarta memanglah tempat yang istimewa. Mungkin beberapa orang sudah ada yang tidak percaya dengan kata istimewa itu, tetapi itu tidak membuat pendapat saya berubah tentang Jogja. Ya, tanggal 13 Agustus sampai 15 Agustus kemarin saya melakukan perjalanan singkat menuju jogja untuk sekadar membalaskan dendam rindu pada tempat ini. Tidak banyak tempat yang saya kunjungi karena memang waktu yang saya punya tak begitu banyak. Perjalanan saya dimulai tepat pada

Mari Bicara

  Siang ini, salah satu hari yang harusnya baik, Saya memilih untuk menjadi nakal┬ásedikit. Meninggalkan kelas perkuliahan karena sudah terlalu jenuh di dalam kelas. Betapa tidak, Saya merasa mata kuliah hari ini susah sekali untuk masuk dan dicerna oleh otak Saya yang memiliki kapasitas hanya 2 kb saja. Sudah dapat dipastikan bahwa Saya akan sangat tertekan, bukan karena aura dari dosen saya yang membuat tertekan tapi karena kinerja otak Saya