Kemarin malam, Senin, Saya mengunjungi Pablo Coffee yang tujuan awalnya hanya sekadar mengopi saja. Karena memang sudah addicted sekali dengan kopi. Tentu, kopi yang saya suka adalah kopi hitam apa saja. Saya tak terlalu pemilih untuk sekadar minum kopi. Dan untuk pertama kalinya, saya berkunjung ke Pablo Coffee karena sudah beberapa kali saya melewati Kedainya tapi belum sempat mampir.

First Impression yang saya dapat adalah ketika memasuki ruangan kedai, saya di layani langsung oleh si Pemilik Kedai. Pak untung namanya. Seru juga orangnya, mudah di ajak mengobrol santai. Meskipun yang jadi bahan obrolan pertama kali adalah segelas kopi dan segala pernak-pernik yang ada dibaliknya. Tapi itulah nikmatnya minum kopi di kedai, saya lebih suka berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar saya. Kalau di warung kopi biasa saya juga sering, tapi lebih sering dengan teman. Bisa mati kutu saya di warung kopi tanpa membawa teman karena di tempat saya warung kopi adalah wahana olahraga E-sport.

Di Pablo Coffee memiliki beberapa varian biji kopi dari beberapa tempat di Nusantara. Yang fotonya saya pakai di atas adalah Espresso. Bijinya dari Aceh Gayo. Saya tidak seberapa paham tentang kopi, tapi beberapa kawan merekomendasikan saya untuk mencoba Aceh Gayo. Katanya sih, sedikit asam dan sebagian orang memang tidak akan terlalu cocok untuk meminum si Espresso ini. Beda dengan saya, saya memang suka kopi. Kopi apa saja, asalkan hitam.

 

Kalau yang diatas ini si Tubruk. Bijinya dari Lampung. Kata Pak Untung, si pemilik, si Tubruk ini biasa di sukai jika biji kopinya dari Lampung. Saya tidak tahu karena memang awam, saya hanya ingin mencicipi. Tapi saya juga suka dengan si Tubruk ini, tanpa ada tambahan gula sedikitpun rasanya jadi makin kuat. Si Tubruk ini, menurut saya, lebih dominan ke pahit dan juga ringan.

Untuk harga di setiap gelas kopinya termasuk nyaman di kantung para mahasiswa seperti saya ini. Dengan range harga 8 ribu sampai 13 ribu saja, Kita bisa menikmati sajian menu kopi Nusantara di Pablo Coffee. Lokasinya cukup strategis, tepat di depan Pasar Larangan Sidoarjo, samping Bank BNI.

Malam kemarin adalah keberuntungan saya. Karena bisa bertemu langsung dengan Pak Untung yang sangat friendly sekali. Kopi yang saya pesan juga merupakan buatan tangan Pak Untung sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *