Ikut Seminar Kepenulisan Saja !

Seminar adalah sebuah wadah yang tepat untuk menambah ilmu diluar dari jam-jam perkuliahan atau akademis yang lain. Tidak juga melulu tentang hal akademis, seminar juga memiliki jangkauan lebih luas dalam hal topik pembahasan. Tapi, apakah seminar sepenting itu?

Beberapa hari terakhir, tepatnya seminggu terakhir ini banyak sekali promosi tentang seminar kepenulisan. Kawan-kawan saya yang mengikuti Organisasi seperti Himpunan Mahasiswa dengan gencarnya mempromosikan tentang topik yang akan dibawakan. Dan mereka juga dengan gencarnya menarik minat audiens dengan membagikan keahlian para tamu sebagai pemateri di Seminar nanti. Tambah pula dengan adanya program Paid Promote di Instagram yang seolah-olah dibuat memang sangat menguntungkan bagi yang membeli program tersebut.

Itu adalah hal promosi dan saya tidak mempermasalahkan itu. Saya juga tidak mau mempermasalahkan bila ada seminar-seminar yang lain di kemudian hari. Saya hanya ingin mempertanyakan kembali tujuan si pembuat acara seminar tersebut. Bila ingin menyebarkan cara-cara menulis sebuah buku atau esai dengan baik, kenapa harus ada seminarnya?

Saya juga beberapa kali melihat promosi tentang Kegiatan Kepenulisan di Kampus-kampus kawan saya yang lain. Menurut saya, itu adalah hal yang sia-sia. Karena memang tidak ada manfaatnya sama sekali. Jika hanya menarik pengunjung dengan embel-embel “nanti kalian bisa tanya-jawab di sesi yang sudah ditentukan” itu juga sama dengan sia-sia. Karena saya tahu bahwa pertanyaan yang akan muncul dalam sesi tersebut adalah kenapa menulis, apa inspirasinya, bagaimana mencari mood menulis dan bla… bla… bla…

Tentu jawaban sang penulis yang ditunjuk sebagai pemateri adalah jawaban-jawaban klise.

Saya bukan menjelekkan nama seorang penulis, saya juga tidak bermaksud untuk menjelekkan setiap acara yang bertema “Kepenulisan”. Tapi saya hanya ingin menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya. Dan apa pendapat saya tentang acara tersebut.

Sungguh sangat sia-sia, menurut saya, jika ingin menjadi penulis terkenal dan handal dengan mengandalkan kegiatan seperti itu. Kok bisa? Ya, karena kalian dan saya tidak akan pernah bisa menulis jika mengikuti seminar. Kalian dan saya hanya akan bisa menulis jika mulai membaca. Kemudian menganalisis setiap plot yang ada dalam bacaan kita. Lalu setelah itu kita tahu, bagaimana cara menulis yang baik. Bagaimana cara menulis dari kalimat pertama tulisan kita bisa membuat orang penasaran untuk membaca lebih lanjut.

Bagaimana mungkin, kita bisa menulis tanpa pertama kali membaca sebuah karya tulis terlebih dahulu. Kita bisa menulis karena memiliki referensi gaya menulis dari sebuah karya tulis lain. Jadi menurut saya, Seminar Kepenulisan jaman sekarang boleh saja tetap diadakan tetapi juga harus memiliki nilai lebih dari sekadar mengajarkan cara menulis yang baik.

Jika tidak memiliki nilai lebih yang memang sangat jarang diketahui maka adalah hal wajib untuk mengikuti kegiatan tersebut. So, inti dari artikel ini adalah menjadi penulis yang baik harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu. Bukan menjadi peserta seminar yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *