Mari Bicara

  Siang ini, salah satu hari yang harusnya baik, Saya memilih untuk menjadi nakal┬ásedikit. Meninggalkan kelas perkuliahan karena sudah terlalu jenuh di dalam kelas. Betapa tidak, Saya merasa mata kuliah hari ini susah sekali untuk masuk dan dicerna oleh otak Saya yang memiliki kapasitas hanya 2 kb saja. Sudah dapat dipastikan bahwa Saya akan sangat tertekan, bukan karena aura dari dosen saya yang membuat tertekan tapi karena kinerja otak Saya

Secangkir Perbincangan

Kita tahu bahwa secangkir kopi sangat nikmat rasanya. Walau tidak bisa dipungkiri bahwa ada yang memang tidak suka kopi. Itu hanya masalah selera. Tapi, apakah secangkir kopi sudah lengkap begitu adanya? Bukankah harus ada sesuatu yang lain? Sepotong cookies, mungkin. Ada juga pilihan lainnya seperti gorengan atau rokok atau sebuah perbincangan hangat yang terjalin antar pembuat kopi dengan penikmat kopi. Saya beberapa kali membahas tentang makna atau arti pentingnya bersosialisasi

Pertarungan Gairah Simok

  Pada mulanya, Simok melakukan perjalanan keluar kota untuk berlibur dari rungsepnya lingkungan tempat dia tinggal. Di kota, Simok bertemu dengan Siti gadis belia setengah tua yang sedang menunggu antrian membeli nasi bungkus di sebuah warung. Atas dasar kenakalan yang dibawa dari lahir secara sengaja Simok menyenggol siku Siti hanya untuk membuat kesempatan berkenalan. “Aduh, maaf ya!” Kata Simok. “Iya, tidak apa.” Kata Siti. “Sudah lama nunggunya mbak?” Kata Simok.

Catatan Terakhir Joko

    Dalam satu hari buruk, Joko dan Juni akan segera berpisah karena keadaan ekonomi yang memaksa Joko untuk pergi bertolak ke luar negeri menjadi TKI. Berbekal pengetahuan bahasa inggris yang minim seperti rok yang dipakai cabe-cabean, Joko meninggalkan kekasih hatinya yang belum lama di pacarinya. Drama perpisahan seperti di film-film korea jadi bumbu dalam perpisahan Joko dan Juni di Bandara. Maklum saja, mereka baru seminggu menjalin kasih dan belum