Yang Menjelma Jadi Lagu Dan Menjadi Namamu

Subuh dingin di satu hari baik kala itu, tahun-tahun terakhir kita bersama. Kamu masih setia dengan gincu warna merah itu, merekah dan tampak sangat megah menyatu di bibir tipismu. Aku juga masih setia dengan memelukmu dalam tiap tidur malamku sampai subuh ini. Sampai pada akhirnya, kita tenggelam kembali. Lubang menganga yang jadi penghalang kita sudah hilang, sirna. Tapi masih ada yang akan selalu menjadi penghalang aku dan kamu, bukan jarak

Tenggelam Aku di Rupamu

  Lautan seakan jadi rumahmu. Bisikan ombak jadi suara paraumu. Angin laut yang dingin jadi helaan napasmu. Lambai nyiur kelapa jadi helai rambutmu. Kamu, malam ini, penguasa lautan di seluruh duniaku. Bukan dunia manusia, tapi dunia yang kubuat sendiri dari asa yang ku himpun sendiri bersama sepi. Sampai pada tiba saatnya, aku terduduk di pinggiran bibirmu, dan jilat lidahmu menyusup ke dalam sela jemari kakiku. Kemudian aku berenang menuju pusatmu.

#Skopi : Secangkir Kopi Kasar

Satu hari baik, malam baik, Saya sedang bosan mengopi dirumah atau tempat biasa saya mengopi yang ada di dekat rumah saya. Untuk menghilangkan rasa candu akan secangkir kopi, maka saya bergegas pergi ke tempat yang paling favorit bagi diri saya sendiri. Karena untuk pertama kalinya saya merasakan kopi yang berbeda dari biasanya adalah di tempat ini. Kopi Kasar, entah khas dari daerah mana kopi ini karena setahu saya dari Gresik,

Kenapa Menulis?

Sebenarnya masih banyak kegiatan yang lebih bisa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tetapi, semua itu tidak ada yang lebih hebat daripada kegiatan menulis. Karena semua pekerjaan didasarkan oleh menulis. Menjadi seorang akuntan misalnya, dimulai dari menulis laporan keuangan. Menjadi seorang manager juga didasari oleh menulis segala kegiatan atau keperluan yang akan mendatang. Semua membutuhkan dasar yaitu menulis. Tetapi menulis saja masih memiliki kekurangan jika tidak dibarengi oleh beberapa kegiatan yang lain.

Terganggunya Forum Diskusi Tongkrongan Masa Kini

  Satu hari baik, malam baik, Saya sedang bekerja serabutan sebagai tukang mengaduk gelas-gelas kopi di Angkringan teman Saya. Bersyukur karena disini tidak ada sambungan Wi-fi. Betapa tidak, di berbagai tempat tongkrongan anak-anak muda macam Saya seperti ini sudah memiliki fitur full Wi-fi dan itulah penyebabnya. Penyebab terjadinya gangguan terhadap fungsi di adakannya tempat atau sekadar warung kopi biasa yaitu bincang-bincang sederhana dengan orang-orang yang mengopi disana. Bukan hanya datang,

Setetes Embun Untuk Perempuanku

Aku letakkan setetes embun yang dingin dalam bola matamu kali ini agar kamu tahu betapa sejuknya embun itu membasuh rongga-rongga matamu. Tapi aku masih belum bisa memastikan, apakah embun itu bisa bertahan selama mungkin agar matamu tetap sejuk selama mungkin. Menurutmu bagaimana? Apakah bisa bertahan selama mungkin, paling tidak selama kamu sendiri tidak menangis dan mengeluarkan tetes embun itu bersamaan dengan linang air matamu. Embun paling dingin yang kukirimkan padamu

Surat Dari Gula

Dalam satu hari baik, kita bertemu dalam sebuah cangkir percakapan. Kamu adalah kopi yang mengisi secangkir itu dan aku adalah gula yang tenggelam dan larut oleh kopi itu. Semua orang takkan pernah mau menyalahkan kamu dan hanya akan memuji kamu. Betapa tidak, Kopi manis saja yang disalahkannya gula. Kopi pahit dipujinya kopi saja. Tapi tidak apa, asal saja kita tidak dipisahkan oleh gelas yang berbeda. Atau bahkan kamu yang hanya

Menjadi Idealis Itu Perlu Tapi Tidak Selalu

“Manusia adalah individu yang mampu memiliki pandangan atau keyakinan secara idealis dan juga di lengkapi dengan sikap realistis. Tapi tak manusia, jika manusia itu sendiri adalah abstrak pemikirannya dan sikapnya.”   Barangkali masih ada beberapa orang yang mengartikan idealisme sebagai hal yang negatif. Maka dari itu, perlu adanya pengertian-pengertian pendukung agar sebuah pandangan hidup individu tidak jadi sebuah momok menakutkan. Karena memang idealisme adalah sebuah pandangan atau keyakinan dalam diri

#Skopi : Dua Gelas Dalam Satu Pertemuan

alifyojana.com Kemarin malam, Senin, Saya mengunjungi Pablo Coffee yang tujuan awalnya hanya sekadar mengopi saja. Karena memang sudah addicted sekali dengan kopi. Tentu, kopi yang saya suka adalah kopi hitam apa saja. Saya tak terlalu pemilih untuk sekadar minum kopi. Dan untuk pertama kalinya, saya berkunjung ke Pablo Coffee karena sudah beberapa kali saya melewati Kedainya tapi belum sempat mampir. First Impression yang saya dapat adalah ketika memasuki ruangan kedai,

Mari Bicara

  Siang ini, salah satu hari yang harusnya baik, Saya memilih untuk menjadi nakal┬ásedikit. Meninggalkan kelas perkuliahan karena sudah terlalu jenuh di dalam kelas. Betapa tidak, Saya merasa mata kuliah hari ini susah sekali untuk masuk dan dicerna oleh otak Saya yang memiliki kapasitas hanya 2 kb saja. Sudah dapat dipastikan bahwa Saya akan sangat tertekan, bukan karena aura dari dosen saya yang membuat tertekan tapi karena kinerja otak Saya