Seperti yang sudah saya beritahu di post saya sebelumnya, jadi content creator. Membuat satu konten yang menarik membutuhkan mood yang bagus, ide, bahan. Dan masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kualitas jaringan internet dan juga seberapa kreatif kita mengatur kosakata.

Disini saya sekadar bercerita, entah bisa panjang atau pendek cerita saya ini. Saya masih belum mengukurnya. Yang jelas menjadi seorang pembuat konten tidaklah butuh mengeluarkan dana yang fantastis. Kita hanya membutuhkan waktu untuk berkontemplasi ketika ingin membuat konten. Ralat. Maksud saya adalah berkontenplasi, agar terlihat lebih trendy dan masa kini.

Ide, Tema, Plot, Kosa Kata, Panjang Kalimat, Kata Kunci, SEO, dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan. Untuk penulis blog seperti saya ini, saya tidak terlalu memusingkan poin-poin tersebut. Saya hanya menulis sesuai apa yang sedang saya pikirkan. Seperti yang saya katakan tadi, saya berkontenplasi. Akan tetapi, kontenplasi yang saya lakukan tidak melahirkan konten apapun. Jelaslah sudah, mengapa saya menulis ini bahwa tujuannya adalah curhat. Biar saja dikata apa, toh memang tujuan utama blog ini adalah merekam semua kata dalam pikiran saya. Untuk tujuan lain seperti menjadi bloger profesional atau monetisasi blog adalah bonus semata.

Saya sudah sangat lama berkontenplasi sampai mengorbankan blog ini beberapa bulan lalu tidak terisi satupun artikel. Selain berpikir mencari konten yang baik, alasan lainnya adalah dirumah saya belum terpasang wifi. Terang saja, aktifitas menulis dan upload artikel saya terganggu.

Dari dua alasan diatas yang berguna pengalihan isu bahwasanya saya sedang malas menulis, dapat pula saya simpulkan bahwa menulis di blog saja susahnya minta ampun. Blog sederhana saja sudah menguras otak, apalagi memantapkan diri menjadi seorang pembuat konten. Dan kebanyakan pembuat konten yang baru merintis karir akan melakukan semuanya sendiri alias one man show.

Menulis, merekam (bila membuat video), mengedit, menepatkan kata kunci (bila membuat blog) dan masih ada beberapa tahapan lagi dalam pembuatan sebuah konten.

Saya bukan menakut-menakuti hanya saja Saya ingin memberi semangat bahwa menulis atau membuat video memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Tetapi bukan berarti menulis itu mudah atau membuat video itu sulit, dan sebaliknya. Inti dari menjadi content creator adalah menumbuhkan kembali kreatifitas para muda-mudi masa kini.

Menjadi pembuat konten adalah pekerjaan yang banyak diimpikan oleh sebagian besar remaja masa kini. Oleh karena itu, membuat konten berkualitas adalah solusi untuk memperbaiki moral remaja yang terkontaminasi oleh dunia maya. Dan yang terpenting adalah saya bukan bermaksud untuk menggurui karena saya tahu bahwa artikel yang dimuat dalam blog ini masih kurang berkualitas. Kepercayaan saya pada proses adalah kunci utama saya untuk tetap menulis di blog ini.

Salam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *