Beberapa dari kita mungkin terkadang melakukan googling untuk mencari pekerjaan sampingan apa yang sekarang sedang ramai. Saya pun terkadang melakukan itu untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai seorang mahasiswa yang masih selalu menunggu uang jajan dari orang tua, saya ingin lebih mandiri lagi. Keluar dari zona nyaman dan mencari pekerjaan untuk menambah uang perkuliahan dan uang jajan sehari-hari.

Tapi akan selalu timbul keresahan ketika membuka setiap website yang menawarkan list pekerjaan sampingan yang biasa-biasa saja. Hampir semua website menampilkan pekerjaan sampingan dengan embel-embel mudah untuk dilakukan. Nah, berikut adalah beberapa pekerjaan sampingan yang sering dicantumkan dalam website-website di luar sana dan tidak semudah yang dibayangkan.

 

  1. Penulis Lepas atau Content Writer


    Sering kita lihat di beberapa website bahwa pekerjaan sampingan ini begitu mudah untuk dilakukan. Dengan menguasai teknik penulisan yang baik, lalu teknik penulisan yang SEO, dan banyak lagi. Tapi untuk menguasai teknik penulisan artikel atau konten tidaklah mudah. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk sekadar paham dan kemudian berhasil mempraktekannya.

    Dan faktanya, menjadi seorang penulis lepas memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita juga harus bisa bersaing dengan banyak sekali penulis lepas lain di luar sepengetahuan kita. Lebih tidak mudah lagi adalah ketika kamu baru saja mencoba untuk menjadi seorang penulis lepas, kamu akan semakin diragukan oleh klien yang mencari jasa seperti keahlianmu.

    Penulis lepas ini sering sekali direkomendasikan dan masuk ke dalam daftar kerja sampingan populer. Tapi itulah yang membuat persaingan antar penulis semakin tinggi. Karena banyak yang membaca website tersebut dan mencoba peruntungannya untuk menjadi penulis lepas. Jika kamu merasa memiliki kemampuan di atas rata-rata dan berani untuk mencoba, tidak ada salahnya.

  2. Desainer Grafis

    Menjadi seorang desainer grafis juga sama beresikonya dengan menajdi seorang penulis lepas. Mendapatkan proyek secara besar dari sebuah perusahaan atau klien bukan main persaingannya. Belum lagi memikirkan ide untuk membuat desain semenarik mungkin untuk memikat klien agar menerimamu sebagai freelancernya. Lalu deadline yang akan menghantuimu seakan menjadi pertimbangan berat bagi seorang desainer grafis pemula.

    Mirisnya, selama satu bulan belum tentu kamu mendapatkan penghasilan secara konstan dari pekerjaanmu sebagai desainer grafis.

  3. Fotografer

    Mengandalkan kreatifitas dalam pengambilan angle foto dan juga editing adalah kesalahan besar. Kamu juga perlu melalui persaingan ketat dan memiliki portfolio baik untuk menerima pekerjaan sebagai fotografer.

    Memiliki tingkat kesabaran ekstra juga harus dimiliki jika menjadi seorang fotografer. Kenapa? Karena belum tentu ada yang akan memakai jasamu secara konstan. Jika pun kamu sudah punya klien, kamu akan dibingungkan dengan permintaan klien yang sedikit bermacam-macam.

    Di beberapa website juga menyarankan untuk menjual hasil jepretanmu di ShuttersStock. Itu saran yang bagus, tapi tidak sepenuhnya dapat diandalkan. Karena tidak semua hasil jepretanmu dibeli oleh seseorang, jika pun ada maka penghasilan yang di dapat juga tidak seberapa.

  4. Influencer

    Bermodalkan foto-foto estetik tidaklah cukup. Kamu juga harus bisa membangun citra dirimu dan membuat sebuah interaksi antara kamu dengan followersmu. Jumlah followers dan konsistensi foto yang kamu upload juga harus sangat diperhatikan karena followersmu selalu menunggu hal-hal baru yang kamu lakukan.

 

Perlahan membangun Personal Branding adalah cara yang tepat untuk bertahan di pekerjaanmu. Mungkin butuh kesabaran dan waktu yang lebih lama dalam membangun sebuah Personal Branding diri kita, tapi itu pasti sangat membantu di kemudian hari. Jika kamu masih awal dalam dunia freelancer, kamu beruntung. Kamu masih memiliki kesempatan untuk membangun persona yang baik di klienmu yang akan datang.

 

Bangun reputasi sebaik mungkin di bidang yang kamu tekuni agar klien percaya kinerja dan performamu saat mendapat proyek darinya. Tak lupa, mintalah review positif dari klien yang sudah menyewa jasamu. Itu juga perlu untuk mendatangkan proyek-proyek baru dari klien-klienmu selanjutnya.

 

Demikian dulu dan semoga mendapatkan proyek-proyek baru lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *