Dewasa ini, banyak sekali media yang bisa diakses dengan sangat mudah untuk memuat berita-berita terbaru. Tapi kenapa koran masih saja eksis hingga kini?

Beberapa hari lalu, Dosen Saya yang mengampu mata kuliah jurnalistik menerangkan tentang kenapa koran masih bisa bersaing dengan media online saat ini. Kita tahu bahwa banyak sekali portal berita saat ini, misal saja BaBe, UcNews, OkeZone, Detik.com, dan masih banyak lagi. Media-media online portal berita tersebut memang sangatlah trendy di zaman milenials sekarang ini.

Akan tetapi koran harian yang biasa kita baca pagi hari atau sore hari juga masih sangat trendy. Kenapa? Karena berita-berita yang ada di koran tidak akan langsung menjurus ke inti pemberitaan. Kita bisa lihat contoh seperti di bagian rubik olahraga misalnya, koran akan membahas sisi lain dari sebuah pertandingan olahraga. Karena media online sudah terlebih dahulu mengambil tema tersebut, maka koran sebagai media cetak akan mencari sudut pandang lain untuk kembali membahas topik berita yang sama.

Itulah yang membuat koran masih tetap eksis hingga kini. Pembaca koran tidak akan mendapatkan berita yang sama seperti di media online karena ada pengetahuan lebih jauh dan riset yang lebih memakan waktu untuk sebuah artikel di suatu halaman koran. Pembaca tidak akan bosan dan akan memiliki tingkat keingintahuan lebih karena melihat judul di koran. Kenapa? Karena di balik artikel sebuah koran, ada penulis berita yang sudah ahli menyusun judul yang menarik minat baca calon pembeli koran.

Koran tidak akan bisa habis dibaca dengan melihat judulnya saja. Beda dengan media online yang kita bisa saja menebak berita apa yang dibahas dalam artikel onlinenya. Koran juga lebih mengedepankan fakta yang aktual, beda lagi media online yang terkadang mengandung unsur politik atau beberapa unsur lain untuk mengangkat atau menjatuhkan nama seseorang.

Koran memang media yang sudah lama sekali ada di kehidupan kita sehari-hari. Di warung kopi, kantor, pinggiran jalan, dan kampus akan selalu kita temui koran sebagai bahan bakar kita untuk melatih akal. Media online pun tak punya masalah dengan itu karena memang sejatinya media online diciptakan untuk memudahkan pembaca yang tak sempat membuka lembaran kertas koran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *