Konspirasi Yu’ Wer Sang Penjaga Kantin

Siang itu, Yu’ Wer si penjaga kantin, gadis belia 21 tahun yang sedang matang-matangnya sedang melayani para pelanggan yang memesan makanan. Salah satu dari pelanggan itu, Si Ripal, adalah karyawan perusahaan tempatnya bekerja sebagai penjaga kantin. Ripal sudah sedari dulu menyimpan rasa ke Yu’ Wer yang bekerja di kantin tempatnya bekerja dan Yu’ Wer tahu gelagat itu sedari dulu. “Yu’, aku nasi campur satu sama es teh satu yah,” ucap

Pertarungan Gairah Simok

  Pada mulanya, Simok melakukan perjalanan keluar kota untuk berlibur dari rungsepnya lingkungan tempat dia tinggal. Di kota, Simok bertemu dengan Siti gadis belia setengah tua yang sedang menunggu antrian membeli nasi bungkus di sebuah warung. Atas dasar kenakalan yang dibawa dari lahir secara sengaja Simok menyenggol siku Siti hanya untuk membuat kesempatan berkenalan. “Aduh, maaf ya!” Kata Simok. “Iya, tidak apa.” Kata Siti. “Sudah lama nunggunya mbak?” Kata Simok.

Catatan Terakhir Joko

    Dalam satu hari buruk, Joko dan Juni akan segera berpisah karena keadaan ekonomi yang memaksa Joko untuk pergi bertolak ke luar negeri menjadi TKI. Berbekal pengetahuan bahasa inggris yang minim seperti rok yang dipakai cabe-cabean, Joko meninggalkan kekasih hatinya yang belum lama di pacarinya. Drama perpisahan seperti di film-film korea jadi bumbu dalam perpisahan Joko dan Juni di Bandara. Maklum saja, mereka baru seminggu menjalin kasih dan belum