Perkembangan teknologi sudah semakin maju. Teknologi Modern merajalela dimana-mana. Disetiap kita melakukan aktifitas sehari-hari pun akan selalu dibarengi dengan teknologi modern. Contohnya seperti ingin membuat kue, buka youtube tutorial. Ingin menyeduh kopi, cari resep kopi di internet dan video tutorial di youtube. Ingin menambah pertemanan membuka sosial media seperti facebook, twitter dan instagram. Ya, mungkin itu adalah contoh paling mendasar dari perkembangan teknologi zaman sekarang.

Tapi, apakah kita sendiri harus selalu jadi konsumen?
Apakah saya yang memang masih tergolong muda ini hanya bisa menjadi penikmat saja?

Mungkin pertanyaan itu juga pernah terlintas di pikiran kalian. Di tulisan ini, saya akan sedikit berbagi tips untuk bagaimana kita mengembangkan hobi jadi sebuah ladang penghasilan. Walaupun bisa dibilang bahwa saya sendiri belum berpengalaman dalam topik ini. Tapi setidaknya ada satu-dua hobi saya sudah menjadi ladang penghasilan sendiri.

1. Podcast — Podcaster
Masa muda adalah masa yang berapi-api jika kata Rhoma Irama. Maka bisa disimpulkan pula bahwa di masa muda ini, ide-ide kita memiliki jumlah yang tak sedikit karena kreatifitas yang masih sangat tinggi dan rasa ingin berkarya juga sangat tinggi. Salah satu caranya adalah menjadi seorang podcaster. Hampir sama seperti radio, kita hanya membutuhkan mulut kita untuk berbicara dan mengungkapkan topik-topik yang ingin kita bahas di dalam podcast kita. Bedanya dengan radio adalah kita membutuhkan alat perekam suara sedangkan radio kita bisa saja langsung on-air di dalam studio atau off-air tapi masih di dalam studio.

Penghasilan seorang podcaster darimana? Layaknya Instagram, kita bisa membuka jasa endorse untuk setiap produk yang ingin diiklankan melalui podcast kita. Tapi sebelum itu, kita juga harus konsisten dalam membuat rekaman podcast dan rekaman podcast kita juga harus memiliki topik yang menarik agar banyak didengar oleh para penikmat layanan streaming audio.

2. Blog — Bloger
Banyak sekali yang salah untuk menuliskan kata bloger ini. Mungkin bisa saya perjelas lagi bahwa seseorang yang aktif menulis dan mengupload tulisannya di blog adalah seorang bloger. Sedangkan Blogger sendiri adalah sebuah platform yang menampung tulisan kita sama halnya seperti WordPress, Wix, dan lain sebagainya. Menjadi seorang blogger juga sangatlah mudah, kita bisa menulis ide/topik kita (seperti saya ini) kemudian di upload dalam web blog kita.

Penghasilannya berasal dari Google Adsense, Copy Writing, Endorsement dan masih banyak lagi. Bermodalkan tulisan dan topik menarik saja, kita bisa menjadi bloger yang sukses. Tergantung pula dengan konsistensi kita dalam menulis artikel dalam blog dan juga topik blog kita pribadi semenarik apa. Bila topik blogmu memanglah sangat menarik maka kamu bisa meraih keuntungan dari situ.

3. Kopi — Barista
Beda dengan seorang bartender. Seorang barista adalah orang yang bekerja dibalik bar kopi. Menikmati kopi bisa semenarik dan semenyenangkan seperti di film filosofi kopi, lalu mengapa tidak mempelajarinya secara mendalam dan menjadi seorang barista. Banyak kompetisi barista yang dilaksanakan di kota-kota. Penghasilan seorang barista berasal dari tempat kerjanya atau dia membuka sendiri kedai/coffee shop.

4. Foto — Fotografer
Di Instagram sudah banyak yang terbukti bahwa memiliki post foto estetik dapat menghasilkan uang yang tidak sedikit. Contoh saja seperti Bill Satya, ia seorang fotografer. Teknik pengambilan gambar dan konsistensi tone warna pada setiap hasil potretnya banyak dilirik oleh brand ternama seperti Adidas. Berawal dari hobi, sekarang ia memiliki pekerjaan yang menjanjikan yaitu menjadi seorang fotografer sebuah produk dari brand ternama seperti Adidas.

Terlepas dari semua hobi dan pekerjaan diatas, kita bisa menentukan hobi kita sendiri. Kita juga bisa menentukan pekerjaan kita sendiri. Jika saja kita ingin mendalami hobi tersebut dan melakukannya dengan konsisten maka penghasilan akan datang dengan sendirinya.

Jangan contoh saya yang masih awam dalam dunia blog dan awam pula menjadi seorang barista paruh waktu ini. Tapi contoh saja para ahli dalam bidang yang kalian minati saat ini. Artikel ini bukan bermaksud menggurui dan memang banyak sekali artikel semacam ini, tapi alasan saya menulis artikel seperti ini adalah masih banyaknya anak muda zaman sekarang yang linglung akan jati dirinya sendiri. Mereka, termasuk saya, terlalu menikmati produk tanpa menciptakan suatu produk orisinil karya tangan sendiri.

Perencanaan perlu, tapi seberapa indah rencana jika tak pernah terealisasi?

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *